Bentuk Daun Telinga Anak Tak Sempurna, Penyakit Mikrotia Penyebabnya

oleh
Bentuk Daun Telinga Anak Tak Sempurna, Penyakit Mikrotia Penyebabnya

Banyak orang tua yang khawatir ketika mendapati tumbuh kembang si buah hati yang tak semestinya. Salah satunya adalah bentuk daun telinga anak yang tumbuh tidak sempurna.

Dalam beberapa kasus, terjadinya ketidaksempurnaan bentuk daun telinga anak biasanya di sebabkan oleh suatu penyakit yang dinamakan Mikrotia.

Lalu, apa sebenarnya penyakit Mikrotia ini, apakah berbahaya ? berikut ulasan lengkapnya untuk anda.

Mikrotia, Penyebab Bentuk Daun Telinga Anak Tak Sempurna

Mikrotia merupakan salah satu jenis penyakit yang menyerang indera pendengaran atau telinga pada bayi. Penyakit ini sangat jarang di tamui, bahkan kemungkinan terkena penyakit ini  adalah 1 dari 8.000 kelahiran bayi.

Yang menakutkan dari penyakit ini adalah, umumnya sebagian besar penderita penyakit  mikrotia akan mengalami gangguan pendengaran kelak di kemudian hari saat ia sudah besar.

Penyakit ini umumnya terjadi pada area daun telinga bagian luar, namun dalam beberapa kasus juga ditemui yang lebih parah, takni bayi terlahir tanpa daun telinga bahkan liang atau saluran rongga telinga.

Beberapa Penyebab dan Faktor Risiko Terkena Penyakit Mikrotia

Penting bagi orang tua untuk mengetahui apa yang jadi penyebab terjadinya penyakit yang cukup berbahaya ini. Penyakit ini merupakan penyakit yang terjadi ketika terdapat kelainan atau mutasi genetik pada janin yang ada dalam kandungan yang nantinya akan membuat bentuk telinga si bayi menjadi tak sempurna.

Baca Juga :  Lakukan 6 Hal Ini Untuk Menjaga Jantung Anda Tetap Sehat

Kelainan genetik yang terjadi aini, bahkan bisa saja terjadi kepada bayi manapun walau kedua orang tua bayi tidak memiliki masalah genetik.

Kendati dapat terjadi pada siapa saja, namun penyakit mikrotia secara umum akan bayi akan lebih rentan terkena penyakit ini jika bayi tersebut lahir dari ibu dengan kondisi atau kebiasaan tertentu, misalnya:

  • Ibu menderita penyakit diabetes selama masa kehamilan
  • Terindikasi terkena virus rubella pada trimester pertama kehamilan
  • Kekurangan gizi saat masa hamil, terutama kekurangan zat asam folat dan karbohidrat
  • Sering mengonsumsi minuman beralkohol selama masa hamil
  • Penggunaan obat-obat terntentu selama masa kehamilan, seperti thalidomide dan isotretinoin

Apa yang Terjadi Jika Anak Menderita Penyakit Mikrotia ?

Salah satu yang paling menonjol jika bayi terkena penyakit Mikrotia adalah, bentuk daun telinganya yang tumbuh tak sempurna, bahkan mungkin saja penderita akan mengalami gangguan pendengaran.

Baca Juga :  Pentingnya Zat Asam Folat Untuk Ibu Hamil dan Janin

Hal ini dikarenakan suara yang masuk ke saluran pendegaran tidak dapat menjangkau bagian tengah dan dalam telinga dengan mudah karena bentuk telinganya yang tak semurna, yang berakibat anak-anak dengan mikrotia akan mengalami tuli konduktif.

Selain itu, yang membuat penyakit ini kian menakutkan adalah selain dapat menimbulkan gangguan pendengaran juga dapat membuat anak terlambat atau sulit bicara, apabila tidak segera dilakukan penangan sejak awal.

Hal lain yang juga patut di perhatikan adalah kondisi psikologi anak nantinya jika sudha mulai beranjak besar. Karena bentuk telinganya yang tak sempurna dikkhawatirkan akan membuat anak menjadi kurang percaya diri dengan kondisi fisiknya.

Karena itu, peran penting orang tua dan keluarga sangat di butuhkan untuk sedari dini membantu anak memahami kondisi yang dialaminya sehingga anak tetap percaya diri dengan keterbatasan fisik yang dimilikinya.

Bagaimana Cara Mengatasi dan Menyembuhkan Mikrotia

Jika kondisi yang disebabkan oleh penyakit ini cukup parah, maka jalan satu-satunya yang bisa dilakuan adalah dengan operasi telinga.

Baca Juga :  Waspada, 7 Kebiasaan Ini Bisa Membahayakan Ginjal Anda

Ada beberapa operasi yang mungkin bisa dilakukan agar kondisi ini bisa diatasi:

  • Operasi cangkok daun telinga buatan
  • Operasi pemasangan telinga prostetik
  • Operasi Implan alat bantu dengar

Perlu diingat, anak yang terkena penyakit Mikrotia apabila segera dilakukan penanganan dengan tepat dapat tumbuh normal dan menjalani kehidupan seperti anak lainnya.

Namun apabila tindakan dan penanganan terlambat dilakukan, bisa saja anak tersebut akan sulit untuk belajar, mendengar, berbicara dan akan lebih berisiko untuk mengalami gangguan tumbuh kembangnya.


Jadi bgi orang tua, untuk sebisa mungkin menghindari faktor resiko yang sudah disebutkan diatas agar bayi yang dilahirkan dapat lahir dengan selamat tanpa cacata atau kurang sedikitpun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *