Waspadai Gejala Awal Penyakit Autoimun, Sering Nyeri Pinggang

oleh
Waspadai Gejala Awal Penyakit Autoimun, Sering Nyeri Pinggang

Sering alami nyeri pinggang? sebaiknya jangan sepelekan kondisi tersebut. Karena jika tidak segera ditangani dan dilakukan pemerikasaan yang tepat, sakit pinggang yang dialami tersebut bisa jadi gejala awal penyakit autoimun ankylosing spondylitis (AS).

Ankylosing Spondylitis sendiri merupakan istilah medis yang merujuk pada gangguan imun atau penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel dan jaringan yang sehat sehingga menyebabkan peradangan (artritis) pada sendi tulang belakang.

Hal itu seperti yang dijelaskan oleh dr. Laniyati Hamijoyo selaku dokter ahli penyakit dalam bagian penyakit rematik dan autoimun.

Menurut beliau, dari hasil penelitian ditemukan fakta bahwa 70 persen populasi dunia yang pernah mengeluhkan mengalami nyeri pinggang pada bagian bawah, umumnya mereka ini tidak menyadari bahwa itu adalah gejala awal dari penyakit autoimun.

“Penyakit ini dapat membuat ruas tulang belakang menyatu, sehingga penderita sulit bergerak, menjadi bungkuk dan mengalami kesulitan bernapas,” papar dr. Lani dalam penjelasaanya terkait penyakit yang satu ini.

Baca Juga :  Waspada, 7 Kebiasaan Ini Bisa Membahayakan Ginjal Anda

Ankylosing Spondylitis (AS) juga merupakan salah satu penyakit rematik inflamasi (inflammatory rheumatic) yang terkait dengan gen HLA-B27, yaitu gen kuat yang meningkatkan risiko beberapa penyakit rematik.

Lebih lanjut dr Lani menjelaskan, bahwa seseorang yang mengeluhkan sakit pinggang tapi tidak disebabkan oleh suatu pekerjaan, aktivitas, atau karena cedera tertentu hal tersebut bisa jadi diagnosa atau indikasi awal nyeri pinggang autoimun.

Namun, demikian tetap harus dilakukan pemeriksaan yang lebih lanjut dengan cara  pemeriksaan darah di laboratorium untuk mengetahui ada atau tidaknya gen HLA-B27 dalam tubuh pasien.

“Kebanyakan pasien penyakit ini (Ankylosing Spondylitis (AS) tidak menyadari bahwa mereka memiliki penyakit tersebut. Biasanya mereka baru mengetahui dan memeriksakan diri setelah rasa sakit yang semakin menjadi, seperti rasa sakit yang terus menerus hingga gangguan fungsi gerak tubuh,” jelas dr Lani lebih lanjut.

Baca Juga :  Bisul di Ketiak, Penyebab dan Cara Mengatasinya

“Hal ini biasanya terjadi beberapa tahun setelah pasien merasakan gejala awal. Deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat berperan penting dalam memperbaiki gejala (terutama rasa nyeri), fungsi gerak dan kualitas hidup pasien,” tambahnya.

Selain munuclnya rasa nyeri pada pinggang, pasien dengan gejala penyakit autoimun biasanya juga mengalami gejala seperti peradangan (rasa sakit, dan kekakuan) yang dirasakan pada bagian bahu, pinggul, atau tumit.

Selain itu, terkadang gejala ini akan disertai pula dengan kondisi dimana tubuh akan terasa mudah lelah dan kehilangan energi untuk beraktivitas.

Sementara untuk jenis kelamin, para pria disebutkan memiliki peluang lebih tinggi menderita penyakit ini jika dibandingkan wanita, dimana biasanya gejala umum akan mulai timbul dan dirasakan pada usia antara 15-45 tahun.

Untuk penanganannya sendiri, menurut dr. Lani, ada beberapa cara yang dapat ditempuh agar penderita penyakit ini bisa sembuh.

Baca Juga :  Mengalami Muntah Kuning, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

“Penyembuhannya, antara lain melalui obat-obatan, terapi fisik, dan pembedahan. Terapi fisik merupakan kegiatan yang lebih umum diikuti oleh pasien AS karena bertujuan untuk memperbaiki kelainan pada postur tubuh”, jelas dr. Lani

“Guna mencegah kecacatan, meningkatkan kemampuan pasien untuk kembali beraktivitas secara normal, juga mengurangi serta menekan rasa sakit dan peradangan,” tutup dr. Lani.

Jadi, jika selama ini mungkin Anda sering mengalami gejala yang yang disebutkan diatas yakni timbul rasa nyeri pada bagian namuan tidak dikarenakan suatu aktifitas berat, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

Ini untuk mengetahui sejak dini, apakah hal yang Anda alami tersebut merupakan gejala awal penyakit autoimun atau hanya sakit pinggang biasa.

Penulis:

Gambar Gravatar
Junior Content Writer, Traveller and Techno-enthusiast. Saat ini aktif menjadi penulis di beberapa website, dan mengelola website pribadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *