Kenali Sejak Dini, Gejala dan Tanda Jika Si Kecil Mengalami Tunarungu

oleh
Kenali Sejak Dini, Gejala dan Tanda Jika Si Kecil Mengalami Tunarungu

Waspadai dan kenali sejak dini beberapa gejala dan tanda jika si kecil mengalami kondisi tunarungu.

Setiap orang tua manapun tentu menginginkan anaknya sehat, dan tumbuh kembang dengan normal semua panca inderanya, termasuk indera pendengarannya.

Namun, ada kalanya beberapa bayi terlahir dengan kondisi mengalami ketidakmampuan dalam mendengar atau tunarungu.

Jika bayi yang terlahir dengan kondisi tunarungu tersebut, tentu nantinya akan mengalami gangguan dalam proses pertumbuhannya.

Pasalnya, si kecil tidak bisa meniru kata-kata yang diucapkan oleh kedua orangtuanya atau orang lain kepada dirinya. Padahal, seperti kita tahu kemampuan indera pendengaran ini sangat penting agar ia dapat mengenal dan belajar mengucapkan kata.

Karena itu, penting bagi setiap orang tua untuk selalu memantau kondisi si buah hati sejak dini.

Sehingga, apabila sewaktu-waktu anak kita mengalami hal yang mengindikasikan adanya ketidak beresan dalam tumbuh kembangnya, misalnya kondisi tunarungu, penanganan bisa diberikan dengan tepat sebelum terlambat.

Baca Juga :  Anak Alergi Susu Sapi ?, Ini Yang Harus Bunda Lakukan

Penyebab Terjadinya Tunarungu Pada Anak

Ada beberapa penyebab atau faktor resiko mengapa si kecil mengalami gangguan pendengaran. Salah satu yang paling sering kita dengar adalah karena faktor keturunan.

Namun, ada beberapa hal lain yang menyebabkan si kecil mengalami kondisi tunarungu, antara lain:

  • Bayi lahir secara prematur
  • Merupakan bayi yang lahir dan mendapat perawatan di unit neonatal care intensive unit (NICU) dalam jangka waktu yang lama.
  • Adanya komplikasi saat proses kelahirannya.
  • Mengalami infeksi telinga secara berulang
  • Adanya infeksi yang dapat berdampak pada fungsi pendengaran si kecil, seperti peradangan selaput otak (meningitis) atau infeksi cytomegalovirus (CMV).

Beberapa Tanda dan Gejala Jika Si Kecil Mengalami Tunarungu

Orang tua sedianya harus lebih peka dan teliti dalam memantau kondisi kesehatan dan pertumbuhan si buah hati.

Karena, banyak para orang tua yang tidak menyadari anomali atau keanehan pada anak sehingga menganggap hal itu merupakan hal yang biasa saja dan tak perlu diwaspadai.

Baca Juga :  Si Kecil Sedang Batuk, Coba Redakan Dengan Bahan Herbal Ini

Begitu juga dengan kondisi tunarungu yang dialami oleh anak. Banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa sebenarnya si kecil tengah mengalami gangguan pendengaran.

Berikut merupakan tanda dan gejala jika putra atau putri kita tangah mengalami kondisi tunarungu:

  • Bayi tidak terkejut dan nampak cuek atau biasa saja dengan suara keras yang tiba-tiba muncul, hal ini berbeda dengan bayi normal yang akan kaget dan menangis jika mendengar suara keras yang tiba-tiba.
  • Memasuki usia tiga bula, bayi belum mengenali suara.
  • Memasuki usia enam bulan, bayi tidak menoleh atau mencari sumber suara. Misal ketika di panggil atau di bunyikan mainanan dari sisi smaping bayi terkesan cuek saja.
  • Memasuki usia satu tahun, bayi belum bisa menirukan atau mengucapkan satupun kata-kata.

Bayi dengan kondisi tunarungu seperti ini, apabila tidak terdeteksi sejak dini akan mengalami gangguan dalam tumbuh kembangnya kelak, terutama dalam aspek bicara atau bahasa dalam keseharainnya.

Baca Juga :  Mengenal Penyakit Impetigo Pada Bayi, Penyebab Kulit Bayi Melepuh

Hal ini juga akan berdampak jangka panjang, misalnya nanti anak akan kesulitan anak dalam melakukan aktivitas keseharian, termasuk saat menempuh pendidikan usia dini.

Setelah orang tua menyadari, ada yang berbeda dengan indera penderangan si buah hati, maka sebaiknya segera membawa si kecil ke dokter guna pemeriksaan lebih lanjut.

Apabila nantinya dalam pemeriksaan lanjutan bayi anda didiagnosis mengalami gangguan pendengaran atau tunarungu, jangan bersedih apalagai menyesalinya.

Ingat, tunarungu bukan berarti buah hati tercinta tidak sempurna. Mereka yang terlahir dengan kondisi ‘spesial’ seperti itu, tetap bisa tumbuh dan berkembang serta dapat berkarya selama mendapat dukungan penuh dari orang tua dan lingkungan yang ada disekitarnya.

Jadi, tetap semangat ya merawat si kecil dengan kondisi ‘spesial’ seperti itu, karena bagaimanapun anak adalah harta yang paling berharga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *