Cara Waxing yang Aman di Rumah, Tips Sebelum dan Sesudahnya

Cara Waxing yang Aman di Rumah, Tips Sebelum dan Sesudahnya
Cara Waxing yang Aman di Rumah, Tips Sebelum dan Sesudahnya

Waxing menjadi salah satu metode menghilangkan bulu yang banyak dipilih karena hasilnya lebih tahan lama dibanding mencukur.

Jika dilakukan dengan benar, waxing mampu membuat kulit terasa lebih halus selama beberapa minggu.

Bacaan Lainnya

Namun, prosedur ini juga memerlukan teknik yang tepat agar tidak menyebabkan iritasi, luka, atau bulu tumbuh ke dalam (ingrown hair).

Baik dilakukan di rumah maupun di klinik kecantikan, memahami langkah-langkah yang benar sebelum, saat, dan setelah waxing sangat penting.

Dengan begitu, hasil yang didapat lebih maksimal sekaligus meminimalkan risiko efek samping.

Apa Itu Waxing?

Waxing adalah metode menghilangkan bulu dengan menggunakan lilin khusus (wax) yang menempel pada batang rambut, kemudian ditarik sehingga bulu tercabut hingga ke akarnya.

Karena bulu dicabut dari akar, pertumbuhannya cenderung lebih lambat dibandingkan mencukur menggunakan pisau cukur. Pada umumnya, hasil waxing dapat bertahan sekitar 3–6 minggu, tergantung kecepatan pertumbuhan bulu setiap orang.

Baca Juga :  Masker Oatmeal Untuk Jerawat, Begini Cara Membuatnya

Area tubuh yang paling sering di-waxing meliputi:

  • Kaki
  • Ketiak
  • Lengan
  • Wajah, seperti area alis atau bibir atas
  • Dada dan punggung
  • Area bikini atau Brazilian waxing

Persiapan Sebelum Melakukan Waxing

Sebelum mulai waxing, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan agar kulit tetap sehat dan hasilnya lebih optimal.

Pastikan Panjang Bulu Sudah Ideal

Bulu sebaiknya memiliki panjang sekitar 0,5–1 cm. Jika terlalu pendek, lilin akan sulit mencengkeram bulu. Sebaliknya, bulu yang terlalu panjang bisa membuat proses pencabutan terasa lebih sakit.

Bersihkan Kulit Terlebih Dahulu

Cuci area yang akan di-waxing menggunakan sabun lembut, kemudian keringkan dengan handuk bersih. Kulit yang bersih membantu lilin menempel lebih baik dan mengurangi risiko infeksi.

Hindari Penggunaan Retinoid

Produk perawatan kulit yang mengandung retinol atau retinoid dapat membuat kulit lebih sensitif. Sebaiknya hentikan penggunaannya beberapa hari sebelum waxing, terutama pada area wajah, untuk mengurangi risiko kulit mengelupas atau lecet.

Lakukan Tes pada Area Kecil

Jika baru pertama kali menggunakan produk wax tertentu, lakukan uji coba pada sebagian kecil kulit. Cara ini membantu mengetahui apakah muncul reaksi alergi atau iritasi.

Cara Waxing yang Benar di Rumah

Ikuti langkah berikut agar proses waxing berjalan lebih aman.

  1. Panaskan wax sesuai petunjuk pada kemasan. Hindari suhu yang terlalu panas karena dapat menyebabkan luka bakar.
  2. Oleskan wax tipis-tipis mengikuti arah pertumbuhan bulu.
  3. Tempelkan kain atau strip kertas di atas wax, lalu tekan perlahan hingga menempel sempurna.
  4. Diamkan beberapa detik.
  5. Tarik strip dengan cepat berlawanan arah pertumbuhan bulu sambil menahan kulit agar tidak terlalu tertarik.
  6. Ulangi pada area lain jika diperlukan.
  7. Bersihkan sisa wax menggunakan minyak khusus atau produk pembersih yang direkomendasikan.
Baca Juga :  Rambut Rontok Saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Perawatan Kulit Setelah Waxing

Perawatan setelah waxing sama pentingnya dengan proses pencabutan bulu. Kulit biasanya menjadi lebih sensitif selama beberapa jam hingga satu hari.

Beberapa hal yang disarankan setelah waxing antara lain:

  • Mengoleskan pelembap tanpa minyak atau fragrance-free moisturizer.
  • Menggunakan pakaian longgar berbahan katun agar kulit tidak bergesekan.
  • Menghindari mandi air panas selama beberapa jam.
  • Tidak berjemur di bawah sinar matahari langsung.
  • Menunda penggunaan parfum, deodoran, atau produk yang mengandung alkohol pada area yang baru di-waxing.
  • Tidak menggaruk kulit meskipun terasa sedikit gatal.

Siapa yang Sebaiknya Tidak Melakukan Waxing?

Meski tergolong aman, waxing tidak selalu cocok untuk semua orang. Sebaiknya tunda atau hindari prosedur ini apabila mengalami kondisi berikut.

Kondisi Kulit Alasan Waxing Sebaiknya Ditunda
Luka terbuka Berisiko memperparah luka dan menyebabkan infeksi.
Kulit terbakar matahari (sunburn) Kulit menjadi lebih sensitif dan mudah mengelupas.
Iritasi kulit Dapat memperburuk kemerahan dan rasa nyeri.
Eksim atau psoriasis yang sedang kambuh Berpotensi memicu peradangan lebih berat.
Lupus atau gangguan autoimun pada kulit Memerlukan konsultasi dokter sebelum melakukan waxing.
Luka bakar atau koreng Berisiko menyebabkan cedera tambahan pada kulit.
Baca Juga :  Ini Tanda-Tanda Jika Skincare yang Anda Pakai Tidak Cocok dikulit

Ibu hamil juga sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan apabila baru pertama kali mencoba waxing. Selama kehamilan, perubahan hormon dapat membuat kulit menjadi lebih sensitif dibanding biasanya.

Efek Samping yang Mungkin Terjadi

Beberapa efek samping ringan masih tergolong normal setelah waxing, seperti:

  • Kemerahan sementara.
  • Rasa perih ringan.
  • Kulit terasa lebih sensitif.
  • Bintik-bintik kecil di sekitar folikel rambut.

Namun, segera hentikan penggunaan dan periksakan diri ke dokter apabila muncul:

  • Lepuh akibat wax terlalu panas.
  • Nyeri hebat yang tidak membaik.
  • Keluar nanah.
  • Pembengkakan berat.
  • Demam atau tanda infeksi lainnya.

Tips Agar Hasil Waxing Lebih Awet

Supaya kulit tetap halus lebih lama, Anda dapat melakukan beberapa kebiasaan berikut:

  • Melakukan eksfoliasi ringan 2–3 hari setelah waxing untuk membantu mencegah ingrown hair.
  • Menjaga kelembapan kulit setiap hari.
  • Melakukan waxing secara rutin sesuai siklus pertumbuhan bulu.
  • Menghindari mencukur di antara jadwal waxing agar pertumbuhan bulu tetap seragam.

Kesimpulan

Waxing merupakan cara efektif untuk menghilangkan bulu hingga ke akarnya sehingga kulit terasa lebih halus dalam waktu yang lebih lama dibanding mencukur.

Meski dapat dilakukan sendiri di rumah, prosedur ini memerlukan persiapan yang tepat, mulai dari memastikan kondisi kulit sehat, mengikuti petunjuk penggunaan wax, hingga melakukan perawatan setelahnya.

Apabila memiliki kulit yang sangat sensitif, sedang mengalami gangguan kulit, atau ragu apakah waxing aman dilakukan, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga profesional agar risiko efek samping dapat diminimalkan.

Pos terkait