Apa Itu Penyakit Impetigo Pada Bayi ?


Jika para orang tua mendapati tiba-tiba kulit bayi memerah dan melepuh, bukan berarti ia sedang terkena cacar air. Bisa saja ia sedang terkena penyakit impetigo, dimana salah salu gejala awal yang timbul mirip dengan gejala cacar air, yakni kulit melepuh dan berair terutama di sekitar hidung dan mulut.

Menurut laman wikipedia, penyakit impetigo sendiri adalah  salah satu jenis penyakit kulit yang menular dimana timbulnya penyakit ini akan  ditandai dengan adanya luka merah pada bagian wajah, sekitar area hidung ataupun mulut anak. Secara umum, penyakit Impetigo ini kerap kali menyerang bayi dan anak-anak.

Lalu, seperti apa ciri-ciri, gejala dan cara mengobati penyakit impetigo pada bayi ini? Simak ulasan selengkapnya selengkapnya berikut ini.

Penyebab Penyakit Impetigo Pada Bayi

Penyakit impetigo adalah merupakan infeksi kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri bernama Staphylococcus aureus atau Streptococcus pyogenes. Kedua jenis bakteri ini biasanya masuk ke dalam tubuh anak melalui luka yang terjadi di permukaan kulit anak. Kendati demikian, dalam beberapa kasus infeksi juga bisa saja terjadi pada anak yang memiliki kulit sehat.

Penularan bakteri penyebab penyakit impetigo umumnya terjadi melalui kontak fisik langsung dengan penderita atau bisa juga melalui perantara, seperti baju, handuk, serbet, dan media lain yang sebelumnya dipakai penderita.

Baca Juga :  Lakukan 6 Hal Ini Untuk Menjaga Jantung Anda Tetap Sehat

Impetigo bisa juga disebabkan oleh luka yang ditimbulkan oleh infeksi kulit lain, seperti eksim, kudis, atau infeksi kutu.

Selain itu, beberapa faktor berikut ini juga turut menjadi pemicu cepatnya penyebaran dan penularan penyakit impetigo seperti:

  • Anak sering melakukan aktivitas yang rentan terjadi kontak kulit, misalnya olahraga bela diri, bola basket, atau sepak bola.
  • Berada di lingkungan yang padat dan ramai. Bakteri penyakit impetigo ini jauh lebih mudah menular pada lingkungan yang ramai di mana intensitas interaksi orang-orangnya sangat tinggi.
  • Suhu ruangan yang lembap dan hangat. Bakteri penyebab penyakit impetigo pada anak ini lebih mudah berkembang biak pada tempat yang lembap dan hangat.
  • Kurangnya nutrsisi sehingga menyebabkan lemahnya sistem kekebalan tubuh anak. Sistem imunitas anak yang lemah akan membuatny mudah terinfeksi bakteri ini.
  • Terdapat gejala diabetes. Luka yang dimiliki oleh penderita penyakit diabetes akan memudahkan bakteri impetigo untuk masuk dan menginfeksi kulit yang terluka.
  • Anak sedang mengalami luka terbuka pada kulit. Biasanya kuman dan bakteri penyebab impetigo dapat masuk melalui luka kecil pada permukaan kulit, bahkan pada luka kecil seperti luka gigitan serangga atau ruam kulit.

Jenis-Jenis Penyakit Impetigo Pada Anak

Pada umumnya penyakit impetigo ini lebih sering terjadi dan menginfeksi pada anak-anak dibanding dengan orang dewasa. Tingginya aktifitas dan interaksi fisik dengan teman-teman sebaya di lingkungan sekolah maupun taman bermain membuat anak-anak lebih rentan terkana impetigo.

Baca Juga :  Penyebab Utama Kematian Balita di Indonesia Adalah Penyakit Pneumonia

Dilihat berdasarkan gejala yang di timbulkan, penyakit impetigo  bisa dibagi dalam dua jenis, yaitu:

  1. Penyakit Impetigo bulosa
    Ditandai dengan permukaan kulit yang melepuh dan berisi cairan. Timbulnya jenis impetigo bulosa ini biasanya juga diikuti dengan demam dan pembengkakan kelenjar getah bening.
  2. Penyakit Impetigo nonbulosa
    Ditandai dengan munculnya bercak-bercak berwarna merah pada kulit, sepintas akan terlihat seperti luka yang meninggalkan kerak berwarna kuning kecokelatan. Meski tidak melepuh seperti impetigo bulosa, jenis impetigo yan ini lebih menular dibandingkan dengan impetigo bulosa.

Gejala Penyakit Impetigo Pada Bayi Yang Harus Di Katahui

Biasanya gejala penyakit impetigo ini tidak akan langsung muncul begitu saja setelah anak terinfeksi atau tertular bakteri penyebab impetigo. Gejala baru akan terlihat setelah 4 hingga 10 hari sejak anak terpapar bakteri.

Infeksi pada impetigo bulosa biasanya timbul di bagian tengah tubuh antara pinggang dan leher atau lengan dan tungkai. Sedangkan infeksi impetigo nonbulosa lebih sering terjadi di area sekitar mulut dan hidung, namun kadang kala dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya melalui perantara jari, handuk, atau baju yang telah terpapar bakteri.

Berikut ini adalah proses perkembangan gejala penyakit impetigo bulosa:

  • Kulit yang terinfesksi bakteri impetigo akan melepuh dan berisi cairan berukuran 1-2 sentimeter yang akan terasa sakit saat disentuh serta membuat kulit di sekitarnya terasa gatal.
  • Kulit yang sudah melepuh, biasanya dalam waktu singkat langsung menyebar ke area lain kemudian pecah dalam beberapa hari.
  • Setelah kering, pecahan kulit yang melepuh tersebut kemudian meninggalkan kerak berwarna kuning.
  • Namun, ketika impetigo sudah sembuh, kerak kuning tersebut akan hilang tanpa meninggalkan bekas sama sekali.
Baca Juga :  Si Kecil Sedang Batuk, Coba Redakan Dengan Bahan Herbal Ini

Berikut ini adalah proses perkembangan gejala impetigo nonbulosa:

  • Akan muncuk bercak berwarna merah menyerupai luka namun tidak terasa sakit, hanya saja terasa gatal.
  • Bercak tersebut bisa menyebar dengan cepat ketika disentuh atau digaruk, kemudian akan berganti menjadi kerak berwarna kecokelatan berukuran sekitar 2 cm.
  • Setelah kerak ini kering, akan muncul bekas berwarna kemerahan.
  • Bekas yang berwarna kemerahan ini akan sembuh dan tanpa meninggalkan bekas dalam jangka waktu beberapa hari atau juga dalam beberapa minggu.

Pada umumnya, impetigo pada anak ini dapat sembuh sendiri seiring waktu. Akan tetapi tetap penting bagi para orangtua untuk berusaha mengurangi risiko penularan bakteri ini bayi atau anak lainnya.

Untuk cara pengobatan, pencegahan dan komplikasi yang ditimbulkan akibat penyakit impetigo ini akan di bahas pada artikel selanjutnya.


__Terbit pada
Januari 19, 2019
__Kategori
Kesehatan Anak

Penulis: Firdhia Azzahra

Junior Content Writer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *