Memilih minuman untuk asam lambung tidak boleh sembarangan karena beberapa jenis minuman dapat memicu naiknya cairan lambung ke kerongkongan atau memperburuk gejala GERD.
Air putih menjadi pilihan paling sederhana untuk menjaga kebutuhan cairan tubuh, sedangkan beberapa minuman lain dapat dikonsumsi dengan memperhatikan respons tubuh masing-masing.
Menurut pedoman American College of Gastroenterology, pengaturan pola makan dan menghindari minuman pemicu merupakan bagian dari upaya mengendalikan gejala refluks asam lambung.
Berikut enam pilihan minuman yang dapat dipertimbangkan untuk membantu menjaga kenyamanan pencernaan.
Enam Minuman untuk Asam Lambung yang Bisa Dicoba
Setiap orang memiliki respons berbeda terhadap makanan dan minuman, sehingga pilihan yang terasa nyaman bagi seseorang belum tentu memberikan efek serupa kepada orang lain.
1. Air putih
Air putih merupakan pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh tanpa tambahan gula, kafein, maupun kandungan asam dari bahan tertentu.
Mengganti minuman berkafein atau bersoda dengan air putih juga berpotensi membantu mengurangi keluhan refluks pada sebagian orang.
Namun, air putih bukan obat yang dapat menyembuhkan GERD atau secara langsung menghentikan produksi asam lambung.
2. Air kelapa
Air kelapa mengandung elektrolit seperti kalium yang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, terutama ketika kebutuhan hidrasi meningkat.
Pilih air kelapa alami tanpa tambahan gula berlebihan dan perhatikan apakah konsumsinya menimbulkan rasa tidak nyaman pada lambung.
Meski sering disebut sebagai minuman yang baik untuk pencernaan, belum terdapat bukti kuat bahwa air kelapa secara khusus mengobati refluks asam lambung.
3. Susu nabati
Susu nabati seperti susu almond dan kedelai dapat menjadi alternatif bagi orang yang mengalami intoleransi laktosa atau tidak cocok dengan susu sapi.
Pilih produk tanpa tambahan gula berlebihan dan periksa kandungan lemaknya karena komposisi setiap produk dapat berbeda.
Susu nabati tidak terbukti secara khusus menetralkan asam lambung, sehingga manfaatnya lebih berkaitan dengan kecocokan terhadap kebutuhan masing-masing individu.
4. Susu rendah lemak
Susu rendah lemak dapat menjadi pilihan bagi pengidap GERD yang masih ingin mengonsumsi produk olahan susu.
Makanan atau minuman tinggi lemak berpotensi memperburuk gejala refluks pada sebagian orang, sehingga pilihan rendah lemak bisa lebih nyaman.
Namun, susu bukan pengobatan GERD dan tetap perlu dihindari apabila justru memicu keluhan setelah dikonsumsi.
5. Teh herbal
Teh herbal tanpa kafein dapat menjadi alternatif minuman bagi orang yang ingin mengurangi konsumsi kopi dan teh berkafein.
Teh chamomile bisa dicoba apabila cocok dengan kondisi tubuh, tetapi bukti manfaatnya untuk mengatasi GERD masih terbatas.
Hindari teh peppermint karena kandungan mint dapat memicu atau memperburuk refluks pada sebagian pengidap asam lambung.
6. Jus buah nonasam
Jus buah dari pisang, pepaya, pir, atau semangka dapat menjadi pilihan selama tidak menimbulkan keluhan setelah dikonsumsi.
Sebaliknya, jus jeruk, lemon, dan buah sitrus lainnya perlu dibatasi apabila memicu sensasi panas di dada atau rasa asam di kerongkongan.
Hindari menambahkan terlalu banyak gula dan sebaiknya konsumsi jus dalam porsi wajar untuk menjaga asupan gula harian.
Perhatikan Kebiasaan Minum agar GERD Tidak Mudah Kambuh
Memilih minuman yang tepat perlu disertai kebiasaan makan dan pola hidup yang mendukung pengendalian refluks asam lambung.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) menyarankan pengidap GERD menghindari makanan atau minuman yang terbukti memicu gejala pada dirinya.
Pengidap GERD juga disarankan memberikan jeda setidaknya tiga jam antara waktu makan dan waktu berbaring atau tidur.
Hindari minum dalam jumlah sangat banyak sekaligus apabila membuat perut terasa penuh dan memicu keluhan refluks.
Jika gejala sering kambuh, mengganggu aktivitas, atau tidak membaik dengan perubahan pola hidup, pemeriksaan dokter diperlukan untuk menentukan penanganan yang sesuai.
Perlu diingat, minuman sehat hanya membantu memenuhi kebutuhan cairan dan mengurangi kemungkinan pemicu tertentu, bukan menggantikan obat atau terapi medis untuk GERD.





