Mengalami Waktu Haid Menjadi Lama? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

oleh
Mengalami Waktu Haid Menjadi Lama? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Wajarnya, seorang wanita yang sudah dewasa akan mengalami masa waktu haid antara 3 sampai 7 hari. Namun, terkadang ada juga yang mengalami waktu haid menjadi lama dan tidak seperti biasanya.

Apabila kondisi ini terjadi hanya sesekali, mungkin bukan sesuatu yang berbahaya dan perlu untuk dikhawatirkan. Namun, apabila waktu menstruasi yang lebih lama dari biasanya ini terus terjadi setiap kali datang bulan, maka kondisi seperti ini bisa jadi adalah pertanda jika ada yang sedang tidak beres dengan kesehatan anda.

Penyebab Waktu Haid Menjadi Lama

Saat masa datang bulan tiba dan waktunya lebih lama dari biasanya, hal tersebut bisa disebabkan oleh beberapa hal berikut ini:

  • Ketidakseimbangan Horman Dalam Tubuh

Hormon yang ada dalam tubuh wanita, seperti estrogen, progesteron, FSH, dan LH merupakan faktor penentu teratur atau tidaknya haid yang dialami oleh seorang wanita.

Baca Juga :  Nyeri Saat PMS, Coba 5 Jenis Makanan Ini Untuk Meredakannya

Ketika hormon-hormon diatas tidak seimbang, lapisan rahim wanita dapat menjadi sangat tebal. Hal ini dapat menyebabkan darah haid keluar secara perlahan.

Umumnya, kondisi hormon yang mulai tidak seimbang dialami oleh para remaja putri yang baru memasuki masa pubertas serta wanita ang sudah ylanjut usia jelang mendekati masa menopause.

Namun, ketidakseimbangan hormon ini bisa juga disebabkab oleh adanya gangguan penyakit tertentu, seperti PCOS, gangguan tiroid, tumor otak, atau adanya gangguan fungsi insulin dalam tubuh wanit.

  • KB yang Tidak Cocok

Penggunaan alat kontrasepsi atau KB hormonal yang tidak cocok juga dapat memengaruhi frekuensi, durasi, dan seberapa banyak darah yang keluar saat wanita mengalami menstruasi setiap bulannya.

Ada sebagian wanita yang sudah berkeluarga ketika menggunakan KB hormonal bisa mengalami efek samping berupa waktu haid menjadi lama. Karenanya, jika kondisi ini dirasa cukup mengganggu, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mencari alternatif penggunaan metode KB yang lain.

  • Kemungkinan Adanya Polip Rahim

Polip atau jaringan kecil dan jinak yang biasanya muncul pada dinding rahim juga diketahui menjadi penyebab mengapa durasi menstruasi seseorang menjadi lebih lama dari biasanya.

Baca Juga :  Penyebab Pendarahan saat Hamil Trimester Kedua dan Ketiga

Pasalnya, dengan pertumbuhan polip hal ini dapat menyebabkan darah haid yang keluar lebih banyak dan masa menstruasi bisa menjadi lebih panjang dari yang biasanya. Namun, untuk memastikannya harus dilakukan pemerikasaan lebih lanjut oleh dokter kandungan.

  • Perdarahan Rahim yang Tidak Normal

Salah satu tanda perdarahan rahim yang tidak normal atau yang dalam bahasa medis disebut dengan abnormal uterine bleeding (AUB) adalah durasi waktu haid yang lebih lama dari biasanya.

Umumnya, jika seorang wanita didiagnosis menderita AUB akan mengalami menstruasi lebih dari 7 hari dan darah haid yang keluar lebih banyak dari biasanya. Bahkan, terkadang harus mengganti pembalut tiap 1-2 jam sekali karena derasnya darah haid yang keluar.

  • Efek Samping Penggunaa Obat-obatan

Wanita yang tengah dalam masa pengobatan yang mengkonsumsi obat-obatan seperti obat pengencer darah, kortikosteroid, dan juga kemoterapi, juga akan mengalami masa waktu haid yang lebih lama dari biasanya.

Baca Juga :  7 Tanda Melahirkan Yang Harus Di Perhatikan Jelang Persalinan

Selain beberapa penyebab di atas, jika waktu haid menjadi lama juga bisa disebabkan oleh gangguan pembekuan darah, misalnya hemofilia dan penyakit von Willebrand, Obesitas, adanya Infeksi atau peradangan panggul, kemungkinan Kanker rahim dan kanker serviks serta kemungkinan terjadinya hamil di luar kandungan (kehamilan ektopik).

Cara Mengatasi Masa Menstruasi Menjadi Lama

Untuk mengatasi kondisi ini, bisa dilakukan sesuai dengan penyebabnya. Karena itu, jika anda mengalami masa haid yang cukup lama dari biasanya sebaiknya untuk segera memeriksakan ke dokter ahli kandungan guna mengetahui penyebab pastinya.

Disarankan untuk jangan sembarangan minum obat atau ramuan yang dapat menghentikan haid tanpa dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu oleh dokter yang berkompeten.

Secara umum, untuk mengendalikan perdarahan dan menjaga siklus menstruasi menjadi normal kembali, dokter mungkin akan memberikan obat yang berisi hormon estrogen atau progestin.

Namun sekali lagi, pemerikasaan oleh dokter sangat diperlukan guna penanganan yang tepat. Karena itu jangan ragu untuk mengunjungi dokter guna berkonsultasi lebih lanjut terkait kondisi yang anda alami ini.

 

Penulis: Firdhia Azzahra

Gambar Gravatar
Junior Content Writer, Traveller and Techno-enthusiast. Saat ini aktif menjadi penulis di beberapa website, dan mengelola website pribadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *